Dengan tekun Mitha memandangi layar HP-nya. Dia sedang
membuka akun twitternya. Dibacanya tweet-tweet teman-temannya sampai matanya
terhenti di salah satu tweet. Tweet seseorang yang sangat ia kenal. Tiba-tiba,
ada suatu perasaan yang muncul dari dalam dirinya sendiri. Suatu perasaan yang
aneh, yang tak biasa. Suatu perasaan yang membuatnya tidak bisa merasakan
apa-apa lagi di sekitarnya. Seperti hampa. Kosong.
Mitha membanting tubuhnya di sofa yang lembut dan
mulai memejamkan matanya. Mungkin dia hanya lelah atau mungkin sesuatu memang
telah terjadi padanya. Sekarang ia tidak tahu apa yang ada di pikirannya dan
perasaannya. Tapi ia yakin bahwa sebenarnya bukan tweet nya yang membuatnya
seperti ini melainkan pemilik tweet itu.
***
Untuk kesekian kalinya Sammy menatap keluar jendela
dan arlojinya secara bergantian. Gadis itu belum datang juga.
Sudah hampir satu jam Sammy duduk di bangku itu. Ia
tetap menatap keluar jendela sampai-sampai minuman yang telah ia pesan belum
juga disentuhnya. Demi kedatangan gadis itu.
Sammy tersentak. Ia kaget begitu ada yang duduk di
hadapannya. Ini dia gadis yang ia tunggu. Mitha. Ini memang baru pertama
kalinya ia bertemu dengan Mitha, tapi ia bisa merasakan keganjilan dalam diri
Mitha. Sorot mata Mitha seperti kebingungan. Sammy tersadar.
“Kamu kenapa?”
***
Mitha merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Pikirannya
kacau dan tidak bisa fokus. Tapi ia harus berterima kasih dengan Sammy, berkatnya
Mitha bisa lebih tenang. Walau sebenarnya ia sendiri juga tidak tau apa yang
sedang terjadi dalam dirinya.
Dan sekarang ia sadar. Dia merasa seperti ada yang
hilang. Ada yang terlupakan. Tentang seseorang. Seseorang yang sangat ia kenal
dekat. Seseorang yang pernah mendapat tempat istimewa di dalam hati Mitha. Mungkin
ini adalah jawaban bagi doa Mitha. Untuk melupakan segala yang pernah
melukainya…
