05 Juli 2012

Memories




Dengan tekun Mitha memandangi layar HP-nya. Dia sedang membuka akun twitternya. Dibacanya tweet-tweet teman-temannya sampai matanya terhenti di salah satu tweet. Tweet seseorang yang sangat ia kenal. Tiba-tiba, ada suatu perasaan yang muncul dari dalam dirinya sendiri. Suatu perasaan yang aneh, yang tak biasa. Suatu perasaan yang membuatnya tidak bisa merasakan apa-apa lagi di sekitarnya. Seperti hampa. Kosong.

Mitha membanting tubuhnya di sofa yang lembut dan mulai memejamkan matanya. Mungkin dia hanya lelah atau mungkin sesuatu memang telah terjadi padanya. Sekarang ia tidak tahu apa yang ada di pikirannya dan perasaannya. Tapi ia yakin bahwa sebenarnya bukan tweet nya yang membuatnya seperti ini melainkan pemilik tweet itu.

***

Untuk kesekian kalinya Sammy menatap keluar jendela dan arlojinya secara bergantian. Gadis itu belum datang juga.

Sudah hampir satu jam Sammy duduk di bangku itu. Ia tetap menatap keluar jendela sampai-sampai minuman yang telah ia pesan belum juga disentuhnya. Demi kedatangan gadis itu.

Sammy tersentak. Ia kaget begitu ada yang duduk di hadapannya. Ini dia gadis yang ia tunggu. Mitha. Ini memang baru pertama kalinya ia bertemu dengan Mitha, tapi ia bisa merasakan keganjilan dalam diri Mitha. Sorot mata Mitha seperti kebingungan. Sammy tersadar.

“Kamu kenapa?”

***

Mitha merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur. Pikirannya kacau dan tidak bisa fokus. Tapi ia harus berterima kasih dengan Sammy, berkatnya Mitha bisa lebih tenang. Walau sebenarnya ia sendiri juga tidak tau apa yang sedang terjadi dalam dirinya.

Dan sekarang ia sadar. Dia merasa seperti ada yang hilang. Ada yang terlupakan. Tentang seseorang. Seseorang yang sangat ia kenal dekat. Seseorang yang pernah mendapat tempat istimewa di dalam hati Mitha. Mungkin ini adalah jawaban bagi doa Mitha. Untuk melupakan segala yang pernah melukainya…