19 Februari 2014

Surat Untukmu


Angin malam itu bertiup lembut seiring dengan goyangan dedaunan di pohon. Benar lembut, namun terasa menusuk ke dalam kulit. Begitu pula dengan tetesan air hujan yang mengalir di kaca jendela kamar itu. Perlahan turun membasahi seluruh permukaannya. Tanpa segan-segan, hawa dingin pun menyelimuti kamar mungil itu. Mungkin juga menyelimuti hati pemilik ruangan itu yang juga sudah dingin sebelumnya.

Ya, sang pemilik kamar yang mempunyai tubuh tinggi dengan rambut sedikit berantakan itu sedang bersandar di balik jendela. Kedua mata laki-laki itu terus-menerus menatap keluar jendela dengan mulut yang membisu. Tak terasa sudah 2 jam ia berada dalam posisi tersebut. Menghela napas panjang sekali-kali dengan kedua bola mata yang mengikuti gerak jatuhnya tetesan air hujan di kaca jendela. Mungkin matanya terlihat fokus pada tetesan air hujan itu, namun pikirannya sudah melayang entah kemana. Sepertinya, ia sudah terhisap oleh alam bawah sadarnya yang sedang memutar kembali jutaan kenangan di dalam memori otaknya. Bagaikan film, semua kenangan itu terlihat jelas di depan matanya hingga tak sadar ia pun meneteskan air mata yang ikut mengalir seirama dengan tetesan air hujan di jendela.

“AARGGHH!!!”

Laki-laki itu memukul meja yang ada di dekatnya. Ia tak tahu bagaimana melampiaskan emosinya yang sudah meluap selain memukulkan tangannya sendiri ke meja.

Ia menyesal. Sekarang ia benar-benar merasa menyesal. Mengapa ia tak menyadari semuanya dari awal? Mengapa dirinya pun tak mengakuinya lebih dulu? Mengapa waktu kini tak bisa diulang? Mengapa ia baru merasakan semua perasaannya ketika yang ia butuhkan sudah pergi jauh?

Air matanya kini mengalir lebih deras. Dadanya pun terasa sangat sesak. Hati dan pikirannya terus-menerus menyalahkan keegoannya sewaktu dulu. Sewaktu semua ini belum terjadi. Tapi bagaimana lagi? Semua sudah telat. Kini ia hanya bisa menyesal, menyesal, dan menyesal meskipun penyesalannya itu takkan membuahkan hasil ataupun merubah apa yang terjadi sekarang.

Ia pun mengusap-usap matanya. Berusaha memberhentikan air mata yang keluar tanpa ia hendaki. Setidaknya air mata dan rasa sesak di dadanya dapat dikurangi. Laki-laki itu berjalan ke bangku yang ada di sebelah meja. Rasa penyesalannya tadi membuatnya sedikit lelah. Tiba-tiba saja ada yang menarik perhatiannya melalui sudut mata kirinya. Sebuah surat yang masih lengkap dengan amplop soft pink nya, terbaring tak tersentuh di atas meja yang penuh akan kertas-kertas bersketsa.

“Sehari setelah ia dirawat di rumah sakit, dia ngasih ini ke gue. Dan sepertinya, surat ini buat lo,”

Seketika terngiang kembali kata-kata temannya itu begitu ia memegang surat itu.

Ya. Surat ini pemberian seseorang yang dititip ke temannya untuknya. Seseorang yang membuatnya menyesal daritadi. Seseorang yang membuatnya terus-menerus merasa bersalah. Seseorang yang ternyata ia butuhkan sekarang.

Namun rasa penasaran akan isi amplop itu ternyata mampu mengalahkan rasa bersalahnya. Segera ia membuka amplop itu dengan perlahan. Takut menyobek surat cantik itu. Setelah dibuka amplop itu, terdapat beberapa lembar kertas yang dilipat rapi dan dibaliknya terdapat foto dirinya bersama seseorang perempuan.  Perempuan yang merupakan pengirim surat itu. Viana namanya.

Ia tertegun memandangi foto itu. Dua wajah ceria tergambarkan disana. Sepertinya, foto itu diambil saat acara sekolah. Dilihat dari gedung sekolah sebagai latar belakangnya. Ditambah dirinya dan Viana yang memakai seragam putih abu-abu. Perlahan kedua sudut bibirnya terangkat. Menyimpulkan sebuah senyum yang sederhana. Jujur, ia rindu saat-saat itu.

Penasaran dengan isi suratnya, langsung ia buka lipatan surat itu. Terlihat pula lah goresan-goresan tinta hitam yang merangkaikan kata-kata dengan cara yang khas. Ya, ini benar-benar tulisan Viana. Indah sekali. Membuatnya tak sabar untuk membaca kata pertama dari surat itu.



Dear Fariz…


Sapaan yang cukup manis, batin laki-laki yang bernama Fariz itu. Matanya pun langsung menuju paragraf baru dari surat itu. Terus saja ia membacanya. Rasanya menyenangkan membayangkan Viana mengucapkan kata-kata yang terulis pada surat itu. Ya, kantuk yang datang tak bisa menghentikan kedua bola mata yang terus menyusuri baris-baris yang terisi oleh kalimat yang membawakannya kembali ke saat dimana ia bersama Viana. Sang pengisi hati dingin itu.

***

Satu jam kemudian, Fariz pun terbaring di tempat tidurnya. Ya, ia merasa malam itu dirinya sangat kacau. Badannya pun mulai meriang dan kepalanya sudah terasa pusing tak karuan. Mungkin ia sakit. Ya. Mungkin ia sakit.

Surat Viana yang telah habis dibacanya sekitar 5 menit yang lalu, membuat hatinya semakin terluka. Begitu juga dengan badannya. Ikut merasakan sakit yang dirasakan hatinya terlebih dulu.

Mata Fariz pun terpejam dan dalam sunyi hatinya pun menggumam.

Ohh Viana…. Maafkan aku. Bukannya aku tak membaca perasaamu selama ini. Aku hanya takut. Aku hanya takut kehilanganmu jika kita bukanlah teman lagi. Aku hanya takut, kamu akan menjauhi ku ketika kamu pun mengetahui isi hatiku. Maafkan aku Viana. Aku pun tak ingin semuanya terjadi. Tapi tenanglah, walaupun sekarang alam yang memisahkan kita. Aku tetap mencintaimu, Viana…
Kau, pengisi hatiku, penjaga jiwaku, pewarna hidupku. Ku mohon.. Jagalah cinta kita. Agar abadi di akhirat nanti….Selamat jalan cinta……



15 Februari 2014

Yang Datang, Yang Pergi






Iyaa… Seperti yang kita tau, dunia ini hanyalah tempat sementara kita. Sedangkan yang abadi adalah di akhirat. Semua yang ada di dunia ini pun milik Allah, dan begitulah pada waktunya akan kembali pada-Nya. Kok jadi serem ya Witt? Haha… Gue bukannya mau nakut-nakutin kok. Tapi kali ini gue cuma mau sharing aja nih. Tentang sesuatu yang akhir-akhir baru banget gue sadari. Kesannya telat, tapi inilah yang ada pada kenyataannya. Gue percaya. Iya, gue percaya dan semakin percaya dengan adanya kejadian yang gue alami beberapa hari yang lalu.

Nggak jauh-jauh dari apa yang gue omongin di awal. Semua yang ada di dunia milik Allah SWT dan semuanya akan datang dan pergi sesuai waktunya.

Semua yang datang akan pergi….

Simple aja, seminggu yang lalu, gue didatengin temen gue yang beda kelas. Katanya dia mau minjem penggaris 30 cm. Berhubung gue punya, gue pinjemin aja. Lagipula temen gue itu orangnya bisa dipercaya. Beberapa hari kemudian, karena gue juga lagi butuh banget si penggaris 30 cm, gue datengin dia di kelasnya dan minta penggarisnya balik. Tiba-tiba aja, dia minta maaf. Penggaris punya gue telah hilang di kelasnya (fyi, ga cuma penggaris yang hilang dengan sendirinya, pulpen kesukaan gue, penghapus gue, dan 2 pensil gue hilang-_- toloooonnggg). Terus gue masang muka sedih gitu kan, mengingat gue udah kehilangan banyak alat tulis. HAHAHA apaan dah wit. Terus, temen gue juga jadi nggak enak gitu, dan menggantikan penggaris gue dengan penggaris yang juga dia temuin pas di kelas. Tapi bukan punya gue :( niatnya gue gamau nerima, tapi yaudahlah gue juga lagi butuh.

Beberapa hari setelahnya, ada anak kelas sebelah dateng dan minjem penggaris 30 cm lagi. Ya, dalam pikiran gue apa salahnya kan ya minjemin. Sekalian nambah pahala. Tau-taunya, penggaris yang diganti temen gue itu nggak balik lagi. Sampe sekarang malah. Nggak minta maaf lagi haduh. Sedikit nyesel dan bete. Iyalah, kayak “lo udah dipinjemin tapi ga mau balikin, lo kata itu penggaris bisa didapet dengan mungut di jalan aja” *betemaksimal* dan juga kayak “lo udah dikasih kepercayaan kok malah nggak bertanggung jawab”. Iya. Gue sebel banget sama orang yang nggak pernah mau tanggung jawab. Males. Tapi, yaudah, gua ikhlasin aja penggarisnya. Toh, itu juga bukan penggaris asli gue kan. Mungkin dia hilang dari gue untuk kembali ke yang punya.

Hari-hari gue pun berjalan tanpa pulpen kesukaan, penghapus, pensil, dan tentunya penggaris gue. Hampa banget rasanya. Sampe di kelas pun gue cuma bisa diam terpaku memandangi kertas yang kosong. Yang gue nggak tau harus isi apa *ini lebay*. Tapi serius, gue butuh mereka semua, tapi mereka hilang dan gue sediiihh T_T

Akhirnya, tanpa gue ketahui, ada temen gue yang beliin gue pulpen gel dan penggaris 30 cm!!! yehehehey!!! Makasih banyak lho!! Terus juga ada yang ngasih gue penghapus :’) makasiihh juga….

Dari pengalaman absurd bin nggak jelas gue di atas, gue mengerti. Bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Bahwa sesungguhnya, semua yang datang akan pergi tanpa kita kira. Bahwa semua yang kita miliki, akan kembali kepada sang empunya yang sesungguhnya. Yaitu, Allah SWT :)

Iya, sekarang tinggal kitanya aja, yang mau sadar atau nggak. Bagaikan penggaris punya gue yang hilang tadi, kita pun nggak akan lama di dunia. Kita akan kembali. Kita akan hilang tertelan ruang waktu.

Jadi, apa kalian masih mau terus mensia-siakan waktu di dunia?



-W.A-

*ambil hikmahnya aja yaa kawan-kawan :) terimakasih sudah membaca

02 Februari 2014

Love you banget deh!!!


HAIIIII!!!! Kali ini, di postingan ini, gue nggak akan cerita yang ribet-ribet. Tetapi sekarang gue mau berbagi kebahagiaan gue kepada kalian nih. Atau yang lebih tepatnya cuma mau iseng-iseng aja sih hoho.

OK! Jadi hari rabu yang lalu nih ehehehe pelajaran BK itu diisi dengan kegiatan yang seru abis. Sumpah, nggak boong! Biasa aja sih harusnya, guenya aja yang lebay. Iya, serius lho, yang kayak begini bikin gue hepi, gue aja masih suka senyum-senyum sendiri ngeliatnya *inimencurigakan. Jadi, kegiatannya itu kayak gini, kita masing-masing ngelipet kertas sampe bentuknya kayak kipas kertas. Tau kan? Nah terus, bagian paling ujungnya kita tulis tuh nama lengkap kita, nama panggilan sama kelas. Gue kira buat apa ya, ternyata kertas yang bernamakan kita masing-masing itu disebarin secara berurutan ke temen-temen sekelas yang lainnya. Terus mereka nulis deh di kertas punya kita tadi, kalau kita itu kayak gimana sih di mata mereka.

NAH!! Sekarang apa sih kebahagiaan yang pingin gue bagi sama kalian? Jadi, setelah temen-temen sekelas gue nulis di kertas gue. Gue baca dan itu ahahahhaa lucu aja. Gue jadi seneng sendiri. Ya, secara nggak langsung tulisan-tulisan yang walaupun nggak jelas itu, bisa bikin gue seneng dan semangat terus. Niatnya pingin gue fotoin terus di post deh kesini. Tapi gua males dan takutnya malah ngeblur dan nggak keliatan jelas. Jadi, gue ketik ulang deh disini biar lebih jelas. HAHAHA *witalagigajelas



WITA ARISTAWIDYA/WITA – XI IPA 1



Galau mulu, tapi kalo lagi seneng heboh banget :)
Nggak ‘mulu’ kok hehe, heboh banget ya emang?

Baik, tukang galau, heboh

WA lagi, jangan marah kalo diisengin
Lah? Tukang? Gue nggak marah kok, kalo diem mungkin gue cuma bete hehe ._.v

Wita! Kembaran! Haha

Wita itu baik! Semangaaaaaat! Mehehe
Aaaaaa iyaaa kembaran!!! Makasiihh! Kamu jugaaa!!!

Wehehehe gila, anak laper wkwkwk

Wita baik, seru, garing, lawak, heboh, gaul, oke, menyenangkan, dan segalanya wkwkwk
Kamu kenal aku ini anak laper darimana?._. lah katanya garing, kok tetep lawak? Asek deh dibilang ‘segalanya’

CWIMIE
WOY!!!-__-

Teman menggalau gue banget nih HAHA! Jangan galau Wit! Tuhan memang satu kita yang tak sama. Ajari aku dong HAHA. Rame juga anaknya . . .
Haha iyaa kita temen sepergalauan HAHA iya aku nggak galau kok.. Ajari apaan emang? Iyalah kalo nggak rame bukan gue~ yemeee~

Haha jangan galau mulu. Makin pinter ya MTK, lo emang jago. LOVEYOUALWAYS.
Haha iyaa… Aamiin aamiin… LOVEYOUTOO.

(+) Baik, Jomblo (?), Pecinta kucing

(-) gaada
Heee-_- jangan sebut jomblo

Temen gila-gilaan yang oke banget! Baik, kocak, nggak ngerti lagi deh! =))
Haha iyaa pasti kamu sering gila-gilaan yaa sama aku? Aku juga nggak ngerti lagi!

(+) Baik, suka tersenyum, care

(-) galau
Asiiikk dibilang care, makasih lho!

-kurang-kurangin galau

-sering2 traktir

-jangan gak jelas

-makin rajin
Iya bang, gua kurangin galaunya. Sembarangan banget lu minta gua traktir-_- lah emang gua udah gak jelas dari dulu

Seru banget dan baik!

Lucu banget tulisan2 blognya, keep it up!
Okeee!!! Makasih banget lho!

(+) baik, sopan, ramah, pintar

(-) kurangi galaunya ya coy!
Waahh iya apa sopan? Makasih loh! Oke coy!

(+) baik, sopan, lucu

(-) suka diem, ketawa lepas banget
Aku gak suka diem kok, aku sukanya sama doi hoho

(+) baik, asyik, lucu, enak dipeluk.. wkwk

(-) apa ya, jangan galau wit
Aaaaa iya makasiiihhh :* *peluk*

R***I !!
WTH!!! SIAPA YANG NULIS INI????!!!!!

SOTO
OGAH BANGET!!!

(+) baik asik deh kocak

(-) kadang jutek sih
Aku ga jutek kok :(

(+) baik, ramah, tekun, humoris, rajin

(-) gak ada ah.

Semangat terus Wita! You!
Haaa makasiiihhh :) semangat juga kamuuu youu too!

Wita seru! Lucu, suka ngelawak gajelas hoho

Tapi bikin ketawa
Haha gajelas aja bikin ketawa yaa, gimana jelas cieee :) *apasih

Puitis, rame, humoris.

Tenang sedikit yaa… :)
OMAGAAA puitis? Haha terima kasih lho! Iya, aku akan berusaha lebih tenang sedikit :)

+ baik, ramah

-gaada kali
Yess yekeles ada minus nya wkwk

Baik, tidak pelit, asik
Haha ._. aku tidak pelit ya? Syukur deh hoho

Pinter banget nyet, baek lg suka ngajarin
Wes wes selaw bang ngomongnya… Lu siapa sih? Perasaan gua jarang aja ngajarin orang-_-

Baiik, seru, lucu, ramah, suka galau iya gak sih wit?
Iya kamu bener kok :)

Baik, sabar
Ahaha :’) makasih

Seruuu, lucu, baik

Kadang suka miscomunication sama gue
Oh ya? Gue gatau lho… Kalau begitu mari kita perjelas hubungan kita agar ga sering miscomunication lagi (?)

Bikin single bareng aku yuk!

Jadilah berani seperti angin yang siap menerjang apapun halangannya
Ayuk deh! Tapi kan aku udah single wkwk sipp!! Gue akan lebih berani lagi!!

Hai wita :) kamu baik dan ramah
Hai :)

Hai wita :) kamu baik dan ramah
Hai :)

MIE YAMIN
WTH??!! STOP IT!!

-suka ngeblog

-pendiem

-ga seru

-biasa aja
Oke fine.

Sering galau di twitter
Haha-_-

Hello Wita! Lucu, baik, pinter, sabar banget sama gue, haaa kurangi galaumu nak! Seru, haceplah pokoknya, inget motto kita ya!
Hello! Aku inget selalu kok! :)

Bingung gue sumpah :)
Haha :”) gue juga bingung sama diri gue sendiri sumpah

WITA = Waktu Indonesia Tengah

+ baik. Saran : berhijab bagus loh!
Makasih banyak lho!

Anak blogspot, anak twitter, suka ngetweet yang bijak-bijak dan galau, kocak, asik, selaw wkwk
Maaf. Gue anak ibu bapak gue. Gue bukan anak yang lahir dari dunia maya.

Wita pinter, asik, kocak ketawanya, tapi lu kadang suka takut sama gue kalau gue “mengerikan” Hehe
Wah lu siapa nih? Makanya kurangi “mengerikan”mu itu dong wkwk

Hai Wita anak 61 9E

+ baik, basis 61, pinter

-….
Hai basis 61 jugaa :)

Tambah feminim

Lu cewek kan
Lah siapa yang bilang gue cewek?

Baik, swifties, asiklah
Yomaann aseklah

WITA RAJIN, KETAWA MULU
MAKASIH!! HAHA *CAPSLOCKJEBOLKEMUDIAN

Pake sendal mulu, pintar, baik, rajin, males
Cuma sehari kok pake sendalnya. Lah lah, jadi gue rajin apa males nih?



Yak, sekian yang anak-anak XI IPA 1 bilang tentang gue. MAKASIH BANYAK LHO!!! LOVE YOU ALL!!! Semoga bisa jadi bahan intropeksi diri gue untuk jadi yang lebih baik lagi yaaa ;) :* ({})

Oh iya, btw, ini kan bulan Februari. Terkenal dengan bulan yang penuh lope lope wkwk. Gue saranin buat kalian yang punya gebetan, mending langsung nyatain aja deh ke calon pacar kalian #eaaa *sebenernyagaknyambungdaritopikawal

Tapi kalo gue mah mau nyatain cinta ke kelas gue aja.




LOVE YOU XI.IPA.1 !!!! :* MUAAHH!!!!

TERIMA KASIH





Salam kece
@witars :)




*tulisan di kertas bk gue yang di post disini tidak ada perubahan sama sekali

01 Februari 2014

Diam-Diam Cinta



Ada yang masih diam-diam jatuh cinta. Ada.



Langit senja kembali meniupkan anginnya dengan lembut ke sudut kota. Mengantarkan matahari yang sebentar lagi akan kembali ke peraduannya. Tak hanya itu, angin pun membawa awan-awan untuk memudar sejenak. Agar layar jingga di ufuk barat dapat dinikmati semua makhluk ciptaan-Nya. Begitu pula dengan dedaunan yang gugur tertiup angin. Mereka jatuh dan menari di atas jalanan yang mulai sepi, yang hanya ditapaki oleh seorang gadis remaja dengan seragam sekolahnya.

Cahaya mentari yang kala itu hangat masih ada. Cukup untuk memperlihatkan senyuman manis di wajah sang gadis itu. Tapi, gadis itu tersenyum bukan untuk langit senja melainkan untuk kenangan yang baru saja ia buat di sekolah. Oh, bukan ia yang membuatnya. Tetapi takdir yang melukiskannya. Tadi sesaat sebelum bel pulang sekolah berbunyi, ia bertemu dengan seorang laki-laki yang cukup terkenal di sekolahnya. Bukan sekadar bertemu, tetapi laki-laki itu membantu dirinya yang sedang kerepotan. Ya, ulah seekor jangkrik bahan praktikum Biologi yang langsung saja loncat meninggalkan laboratorium Biologi membuatnya kewalahan. Yang menjadi masalahnya lagi, sebentar lagi bel pulang sekolah dan jangkriknya terlalu lincah untuk ditangkap dalam hitungan detik. Belum lagi jika si jangkrik dengan jailnya loncat ke halaman sekolah yang penuh tanaman hijau. Tapi untungnya si jangkrik belum terpikir akan hal itu.

Masih dengan susah payah gadis itu mengejar dan menangkap sang jangkrik yang berulang kali melarikan diri dari tangannya. Tanpa di duga, seorang laki-laki ikut membungkukkan dirinya mencoba menangkap sang jangkrik dengan kedua tangannya. Tanpa menunggu lama, kelihaian tangan seorang laki-laki dalam menangkap jangkrik pun terbukti. Jangkrik menyebalkan itu pun berada di kedua tangannya, dan diantarkannya pula kepada gadis manis itu ke meja praktikum.

Sosok laki-laki itu pun masih terbayang jelas di pikirannya saat ia pulang sekolah. Ya, sosok yang baik. Gadis itu pun tersenyum akan dirinya yang terus memikirkan kejadian tadi sepanjang perjalanannya ke rumah. Mungkin karena laki-laki itu baik, atau mungkin karena diam-diam ia mulai jatuh cinta pada laki-laki itu.


Psstt.... Ada yang sedang jatuh cinta....