15 Februari 2014

Yang Datang, Yang Pergi






Iyaa… Seperti yang kita tau, dunia ini hanyalah tempat sementara kita. Sedangkan yang abadi adalah di akhirat. Semua yang ada di dunia ini pun milik Allah, dan begitulah pada waktunya akan kembali pada-Nya. Kok jadi serem ya Witt? Haha… Gue bukannya mau nakut-nakutin kok. Tapi kali ini gue cuma mau sharing aja nih. Tentang sesuatu yang akhir-akhir baru banget gue sadari. Kesannya telat, tapi inilah yang ada pada kenyataannya. Gue percaya. Iya, gue percaya dan semakin percaya dengan adanya kejadian yang gue alami beberapa hari yang lalu.

Nggak jauh-jauh dari apa yang gue omongin di awal. Semua yang ada di dunia milik Allah SWT dan semuanya akan datang dan pergi sesuai waktunya.

Semua yang datang akan pergi….

Simple aja, seminggu yang lalu, gue didatengin temen gue yang beda kelas. Katanya dia mau minjem penggaris 30 cm. Berhubung gue punya, gue pinjemin aja. Lagipula temen gue itu orangnya bisa dipercaya. Beberapa hari kemudian, karena gue juga lagi butuh banget si penggaris 30 cm, gue datengin dia di kelasnya dan minta penggarisnya balik. Tiba-tiba aja, dia minta maaf. Penggaris punya gue telah hilang di kelasnya (fyi, ga cuma penggaris yang hilang dengan sendirinya, pulpen kesukaan gue, penghapus gue, dan 2 pensil gue hilang-_- toloooonnggg). Terus gue masang muka sedih gitu kan, mengingat gue udah kehilangan banyak alat tulis. HAHAHA apaan dah wit. Terus, temen gue juga jadi nggak enak gitu, dan menggantikan penggaris gue dengan penggaris yang juga dia temuin pas di kelas. Tapi bukan punya gue :( niatnya gue gamau nerima, tapi yaudahlah gue juga lagi butuh.

Beberapa hari setelahnya, ada anak kelas sebelah dateng dan minjem penggaris 30 cm lagi. Ya, dalam pikiran gue apa salahnya kan ya minjemin. Sekalian nambah pahala. Tau-taunya, penggaris yang diganti temen gue itu nggak balik lagi. Sampe sekarang malah. Nggak minta maaf lagi haduh. Sedikit nyesel dan bete. Iyalah, kayak “lo udah dipinjemin tapi ga mau balikin, lo kata itu penggaris bisa didapet dengan mungut di jalan aja” *betemaksimal* dan juga kayak “lo udah dikasih kepercayaan kok malah nggak bertanggung jawab”. Iya. Gue sebel banget sama orang yang nggak pernah mau tanggung jawab. Males. Tapi, yaudah, gua ikhlasin aja penggarisnya. Toh, itu juga bukan penggaris asli gue kan. Mungkin dia hilang dari gue untuk kembali ke yang punya.

Hari-hari gue pun berjalan tanpa pulpen kesukaan, penghapus, pensil, dan tentunya penggaris gue. Hampa banget rasanya. Sampe di kelas pun gue cuma bisa diam terpaku memandangi kertas yang kosong. Yang gue nggak tau harus isi apa *ini lebay*. Tapi serius, gue butuh mereka semua, tapi mereka hilang dan gue sediiihh T_T

Akhirnya, tanpa gue ketahui, ada temen gue yang beliin gue pulpen gel dan penggaris 30 cm!!! yehehehey!!! Makasih banyak lho!! Terus juga ada yang ngasih gue penghapus :’) makasiihh juga….

Dari pengalaman absurd bin nggak jelas gue di atas, gue mengerti. Bahwa sesungguhnya kemerdekaan ialah hak segala bangsa. Bahwa sesungguhnya, semua yang datang akan pergi tanpa kita kira. Bahwa semua yang kita miliki, akan kembali kepada sang empunya yang sesungguhnya. Yaitu, Allah SWT :)

Iya, sekarang tinggal kitanya aja, yang mau sadar atau nggak. Bagaikan penggaris punya gue yang hilang tadi, kita pun nggak akan lama di dunia. Kita akan kembali. Kita akan hilang tertelan ruang waktu.

Jadi, apa kalian masih mau terus mensia-siakan waktu di dunia?



-W.A-

*ambil hikmahnya aja yaa kawan-kawan :) terimakasih sudah membaca

Tidak ada komentar:

Posting Komentar