Hai hai !!! Saya kembali
dengan post baru saya. Post ini akan menceritakan kalian sejarah singkat kenapa
gue bisa dipanggil “anak laper” -___- yang peernah saya jelaskan sebelumnya di
post saya yang berjudul “Introduction”. Saya mengingatkan kepada anda-anda
sekalian bahwa penyebab/alasan kenapa saya bisa mendapat julukan tersebut bukan
karena orang tua saya tidak mampu mmberi saya makan tiap harinya. Sekali lagi
bukan ya! Karena Alhamdulillah sampai saat ini keluarga saya masih bisa makan
setiap hari. Tapi, penyebab saya dipanggil “anak laper” adalah . . .
*flashback*
Di suatu Kamis yang cerah
di bulan Desember tahun 2010. Sekolah gue sedang mengadakan POR di GOR Ragunan.
Lalu, temen-temen gue merencanakan untuk berjalan-jalan ke Kebun Binatang
Ragunan setelah POR selesai. Akhirnya, sekitar hampir tengah hari kita
berangkat dan cukup banyak yang ikut.
Sesampai disana kita
jalan-jalan dulu sebentar, terus nungguin anak-anak yang lain yang lagi sewa
sepeda keliling kebun binatang. Gue nggak ikut naik sepeda karena waktu itu
duit gue tinggal dikit, padahal sih pingin banget ikut :’(
Lalu setelah semuanya
kumpul, kita lanjut lagi jalan-jalannya. Tapi di tengah perjalanan, tiba-tiba
aja perut gua berbunyi. Tidaaaakkkk!!!! Gue laper T_T gue tetep jalan ngikutin
rombongan gue dengan suara lemas gue ngomong “laper laper laper…” karena waktu
itu gue emang laper banget dan pusing sekali untuk tetap bertahan. Sampe sekian
lamanya akhirnya temen-temen gue memberikan gue waktu untuk beli makanan dan
makan (mungkin mereka juga gak tahan denger suara gue yang mulai horror itu)
dan setelah kenyang akhirnya kita keliling lagi dan berfoto-foto ria B) :D
Beberapa hari kemudian,
gue bertemu dengan Elba (anak aksel, dia juga ikut ke Ragunan waktu itu) dan
dia memanggil saya “anak laper” di depan Fahmi. Akhirnya mereka berdua manggil
saya anak laper -___-
Sungguh kisah yang
mengharukan -___-
Cukup sekian… W.A~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar