13 Juni 2012

Sejarah Singkat "Anak Laper"


Hai hai !!! Saya kembali dengan post baru saya. Post ini akan menceritakan kalian sejarah singkat kenapa gue bisa dipanggil “anak laper” -___- yang peernah saya jelaskan sebelumnya di post saya yang berjudul “Introduction”. Saya mengingatkan kepada anda-anda sekalian bahwa penyebab/alasan kenapa saya bisa mendapat julukan tersebut bukan karena orang tua saya tidak mampu mmberi saya makan tiap harinya. Sekali lagi bukan ya! Karena Alhamdulillah sampai saat ini keluarga saya masih bisa makan setiap hari. Tapi, penyebab saya dipanggil “anak laper” adalah . . .

*flashback*

Di suatu Kamis yang cerah di bulan Desember tahun 2010. Sekolah gue sedang mengadakan POR di GOR Ragunan. Lalu, temen-temen gue merencanakan untuk berjalan-jalan ke Kebun Binatang Ragunan setelah POR selesai. Akhirnya, sekitar hampir tengah hari kita berangkat dan cukup banyak yang ikut.
Sesampai disana kita jalan-jalan dulu sebentar, terus nungguin anak-anak yang lain yang lagi sewa sepeda keliling kebun binatang. Gue nggak ikut naik sepeda karena waktu itu duit gue tinggal dikit, padahal sih pingin banget ikut :’(
Lalu setelah semuanya kumpul, kita lanjut lagi jalan-jalannya. Tapi di tengah perjalanan, tiba-tiba aja perut gua berbunyi. Tidaaaakkkk!!!! Gue laper T_T gue tetep jalan ngikutin rombongan gue dengan suara lemas gue ngomong “laper laper laper…” karena waktu itu gue emang laper banget dan pusing sekali untuk tetap bertahan. Sampe sekian lamanya akhirnya temen-temen gue memberikan gue waktu untuk beli makanan dan makan (mungkin mereka juga gak tahan denger suara gue yang mulai horror itu) dan setelah kenyang akhirnya kita keliling lagi dan berfoto-foto ria B) :D
Beberapa hari kemudian, gue bertemu dengan Elba (anak aksel, dia juga ikut ke Ragunan waktu itu) dan dia memanggil saya “anak laper” di depan Fahmi. Akhirnya mereka berdua manggil saya anak laper -___-
Sungguh kisah yang mengharukan -___-
Cukup sekian… W.A~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar