13 Mei 2014

Melangkah Pergi (lagi)


Baru saja aku melepaskan semua rasa lelah dan kepenatan yang memenuhi kepala ku ini, tapi kenyataannya aku harus mengikat tali sepatuku lagi dengan kencang. Ya, aku harus berdiri dan mulai mengambil langkah. Aku harus melanjutkan perjalanan yang sempat terhenti dua kali di tempat yang pernah ku anggap sebagai tempat ternyaman di dunia. Namun, mau bagaimana lagi, ketika takdir berbicara aku tentu harus menurutinya. Tak peduli itu akan menyakitkan atau akan membuatku merasakan lelah yang bertubi-tubi kembali hanya untuk mencari tempat baru yang mungkin saja disana aku akan tinggal. Aku harus tetap berjalan.

Setelah aku mengerti apa itu arti dari kata ‘kecewa’ ketika ditinggal sendiri di tempat indah itu, tempat pertama yang ku jadikan sandaran untuk tidur beberapa saat. Orang yang seharusnya menemaniku di bangku itu, malah pergi meninggalkan ku diam-diam saat aku menikmati mimpi indah yang dibuatnya. Tanpa pemberitahuan, tanpa peringatan. Ya, setelah itu, aku sempat memakai kembali sepatuku dan mengikat talinya dengan kencang. Mungkin saja, saat itu tidak terlalu kencang. Hingga akhirnya, aku terjatuh karena menginjak tali sepatuku sendiri yang terlepas di tengah-tengah perjalananku dari tempat indah itu.

Kaki ku terluka. Rasanya terlalu perih untuk melanjutkan perjalanan saat itu. Sudah merasakan terluka ‘di dalam’, sekarang aku harus merasakan sakit lagi di anggota gerak tubuhku. Tanpa pikir panjang, aku pun memutuskan untuk tinggal di tempat itu. Setidaknya keputusanku itu bukanlah hal yang buruk. Apalagi disana ada seseorang yang baik mengobati ku tanpa keluhan. Tapi apa daya lagi, ternyata takdirku berkata lain lagi. Ada orang lain yang datang ke tempat itu, mengajak bicara sang ‘pengobat luka’ tanpa menghiraukan kehadiranku yang sedang menahan rasa perih akibat reaksi kimia obat di atas luka ku. Melihat mereka begitu akrab berbicara dan bercanda, membuatku tersadar. Bahwa bukan disinilah tempatku seharusnya berada. Bukan di panggung inilah, aku berdrama.

Aku harus pergi. Aku harus memakai sepatuku lagi dan mengikat talinya lebih kencang dari sebelumnya. Agar aku tak terjatuh lagi. Agar aku tak terluka lagi. Agar aku bisa menemukan tempat dimana seharusnya aku berada. Agar aku bisa sampai ke tujuan akhir dari perjalanan ku ini.

Entah, sampai kapan. Tapi, aku harus tetap berjalan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar