02 Oktober 2014

Untuk Apa?


Aku kembali menatap dirimu yang duduk di hadapanku. Wajahmu memancarkan senyuman yang penuh arti. Tapi senyum itu bukan untuk aku. Melainkan untuk seorang perempuan dengan senyum manisnya disana, yang duduk tak jauh dari kita. Aku mengikuti arah pandanganmu. Mendengar percakapan kecil diantara kalian. Dan tak lama kemudian, kau berbicara kepadaku kembali. Namun, aku hanya bisa menatapmu. Tepat di hitam kedua bola matamu.

Sudah. Tak perlu banyak bicara. Tak perlu banyak bergaya.

Cukup. Aku sudah tahu apa yang kau katakan di pikiranmu. Aku juga tahu apa yang kau gumamkan di dalam hatimu.

Aku bukanlah wajah yang selalu kau cari di hari-harimu. Bukan pulalah suara yang selalu kau rindu di detik-detikmu. Lalu, untuk apa kau duduk di hadapanku dan terus bertanya-tanya “Ada apa?”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar