06 November 2013

Ikhlas Sudah





Tadi hujan datang, membawa beribu kisah. Ku dengar gelak tawa dan ku dengar juga isak tangis seseorang. Aku pun disini. Berada dibalik jendela, menghitung tetesan air hujan. Melihat kilatan dan bernapas di antara hawa dingin. Uap dari hembusan napasku pun mengembun di kaca jendela. Dengan goresan jariku, bisa ku gambarkan apa saja disana.

Masih dalam kesunyian, aku mencoba untuk memejamkan mata. Meresapi segala konflik yang ada dalam pikiranku. Perlahan namun pasti, aku harus menemukan jawaban itu. Tak lama kemudian, hatiku memberontak. Ia meronta-ronta minta diberi perhatian. Seakan ada sesuatu yang ingin ia beri tahu kepadaku sampai akhirnya ia pun berbicara, “Ku ikhlaskan sudah dirimu di jalanmu.”

Ya, setelah kau membuatku menunggu lama di persimpangan jalan itu. Aku mulai tersadar bahwa dirimu akan selalu berada di jalanmu. Sampai kapanpun itu, kau akan tetap disana. Bermain dengan riangnya tanpa diriku. Aku sadar dan seharusnya aku tahu diri.

Jalanmu bukan jalanku. Dan aku sudah ikhlas merelakanmu :)

-W.A-

Tidak ada komentar:

Posting Komentar