01 November 2013

Menunggu


Detik demi detik. Menit demi menit hingga berubah menjadi satu jam. Satu jam yang kuhabiskan untuk berdiri sendiri disini, masih menunggu untuk suatu hal yang entahlah sepertinya sangat tidak penting.

Ya, aku akui. Aku memang bodoh. Bodoh seklai untuk menunggumu yang jelas-jelasaku tahu benar bahwa jalan yang kamu lewati bukanlah jalan tempat aku menunggumu. Aku pun juga tahu bahwa seberapa lama aku menunggu, kamu takkan datang.

Tapi, apakah aku salah jika masih berharap pada kemungkinan kecil? Sebuah harapan jika mungkin saja jalanku dan jalanmu akan bertemu di titik terujung. Bukankah tak apa jika aku masih terus berharap? Walaupun harapanku hanyalah benih yang tertanam di padang pasir mencoba untuk tumbuh. Haruskah aku menyerah? Jika dirimulah yang menjadi air dan matahariku.

Aku masih disini. Berdiri dengan suatu harapan di persimpangan jalan. Bertahan untuk selalu menunggumu. Dirimu yang merupakan setitik harapan kecil diantara sejuta kenyataan yang menyiksa.

Semoga kau datang . . .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar