27 Desember 2013

Beranjak Dewasa Menuju 2014




Nggak kerasa…. Beberapa hari lagi, angka 2013 di kalender rumah gue akan berganti jadi angka 2014. Bulan Desember akan berganti dengan bulan Januari. Tanggal 31 akan berganti menjadi tanggal 1. Dan malam kelam akan berubah menjadi pagi yang ceria. Yang berarti, beberapa hari lagi kita akan membuka lembaran baru dalam buku kehidupan. Dimana semua harapan baru akan tertanam, serta usaha dan doa akan lebih banyak di setiap harinya.

Agak sedih sih, gue harus meninggalkan tahun 2013 ini. Karena di tahun ini banyak banget hal-hal dan kejadian-kejadian yang patut gue syukuri karena itu membuat gue sedikit lebih dewasa. Ya, walaupun sedikit, seenggaknya sudah membuat gue menjadi yang lebih baik. Memang sih untuk menjadi dewasa dalam mental itu tidak mudah. Kadang lo harus melewati ‘ujian-ujian’ terlebih dahulu, yaitu masalah-masalah dalam kehidupan lo yang kadang bikin lo stress banget buat mikirinnya.



“Bingung adalah tanda kedewasaan”

Seperti kata guru Ekonomi gue yang juga ngerangkup guru TIK gue sekarang, Pak Tri Wahono (Pak Tewe) mengatakan, “Bingung adalah tanda kedewasaan”. Yap, semakin lo bingung dengan sebuah masalah, lo akan terus berpikir dan juga terus mencari tahu. Sampai lo bisa nemuin solusi yang tepat buat menyelesaikan masalah lo. Dan terus begitu, hingga lo bener-bener tau, apa yang harusnya dilakukan dan apa yang tidak. Jadi, secara otomatis sikap berhati-hati dalam menentukan pilihan dan bertanggung jawab atas yang lo lakukan tertanam di diri lo yang juga berarti, lo mulai dewasa :)



Pelajaran dari Teman-teman Gue

Nggak cuma dari guru gue aja, tapi juga ada hal-hal ataupun sifat dari temen-temen deket gue yang membuat gue intropeksi diri lebih jauh. Bukankah itu yang dinamakan teman? Orang-orang terdekat yang bisa membuat diri kita jauh lebih baik, bukan yang menjerumuskan kita ke dalam hal yang sesat.


Eka Damayanti

Pertama, temen gue yang paliiiinnngggg sabar dengerin curhat gue yaitu Eka. Nggak ngerti lagi, Eka itu orangnya baikk banget :’) walaupun sekarang kita udah beda sekolah tapi kita tetep sharing satu sama lain. Entah itu kejadian di sekolah sehari-hari, curhat yaa tentang biasalah teen’s life, tentang rencana ke masa depan, atau malah membicarakan suatu hal yang sama-sama kita bingungin. Dari Eka, gue jadi tau gimana caranya jadi seorang teman yang baik. Iya, saling ada satu sama lain dan saling mendukung itu perlu banget lho! Saling ada juga bukan berarti setiap detik lo harus muncul di depan mukanya atau ganggu dia lewat socmed apapun itu. Tapi seenggaknya, lo akan ada dan pasti ada disaat teman lo itu membutuhkannya. Dari Eka pun, gue belajar untuk tidak terlalu larut dalam sebuah kesedihan. Cause life must go on! Waktu terus berputar dan hidup terus berjalan. Waktu nggak akan nungguin lo nangis-nangis dulu sampe lo tenang. Tapi lo yang harus bangkit terlebih dahulu sebelum waktu yang memakan diri lo.
Yaa, walaupun gue sama Eka beda umur 10 bulan, tapi kita belajar dewasa bersama :) Terima kasih banyak Ekaaaa!!!!


Amalia Pradipta

Nih dia, salah satu temen yang ngajarin gue kalau jadi cewek harus strong. Jangan mau dikalahin mantan dan masa lalu. Kita itu harus move on! Dan Amel lah yang ahli tentang beginian. Dari setelah sekian lama gue memerhatikan Amel, gue juga jadi ngerti bahwa jadi cewek itu harus berani berpendapat. Jangan mau ditindas begitu saja dengan keadaan! Dan dari Amel, gue jadi lebih semangat lagi dan memiliki jiwa bersaing yang kuat. Yaa, lo nggak mau kan jadi korban arus dari keadaan?


M. Ikhsan Fadlillah

Ican ini juga salah satu temen gue yang paliiiiingggg baiikk. Mungkin karena namanya juga :/ tapi serius Ican ini baiikk banget. Dia itu enak banget buat diajak curhat, dan walaupun kadang nanggepinnya ga serius tapi setiap sarannya itu ada benernya juga lho! Dari Ican, gue jadi berusaha untuk bersikap lebih baik lagi ke orang lain tapi tetep asik buat diajak becanda. Selain itu, kita juga harus berhati-hati agar kebaikan kita nggak disalahgunakan oleh orang lain. Oh iya, Ican juga bikin gue untuk ga terlalu lebay dalam menghadapi sesuatu dan yang jelas juga jangan jadi jomblo yang mengenaskan terus-menerus. Haha!!


Nimas Anindyonari

Sebenernya, manusia yang satu ini adalah manusia paling repot sedunia. Mungkin sih kalo kalian tau, kalian akan menganggapnya biasa aja. Tapi tunggu sampai dia berada di posisi paniknya. Maka berguncanglah dunia seketika. Hehe-_- Tapi ada yang unik dari Nimas. Dia itu bisa menjadi seseorang yang serius lalu bisa menjadi orang yang sangat konyol. Dia itu bisa menjadi sosok seseorang yang berpikiran dewasa tapi juga bisa menjadi keanak-anakan dengan kecerobohannya. Nimas yang secara nggak langsung ngajarin gue untuk lebih berpikir dewasa dalam menyelesaikan masalah, tapi dia juga ngajarin gue untuk lebih easy-going terhadap kehidupan. Nggak selamanya kan semua yang ada di dunia ini dibawa serius?


Dwi Wahyuni

Ada beberapa hal yang gue saluti dari diri Dwi. Sifat kepemimpinannya dan rasa tanggung jawabnya. Yap, Dwi adalah seseorang yang tegas dan bertanggung jawab. Makanya dia itu enak banget buat diajak kerja sama. Selain itu, dia pendengar yang baik dan juga sering memerhatikan orang lain. Dia bilang sih, enak buat tau kepribadian orang lain itu kayak apa. Bener juga sih…..


Atikah Cyntia

Atikah adalah orang yang ga pernah absen senyum dan selalu nyapa orang-orang. Iya, Atikah ramah banget jadi orang. Karena Atikah, gue jadi sadar kalo hidup itu jangan dibawa bete. Dibawa senyum ajalah, hitung-hitung sekalian ibadah kan :) selain itu, Atikah juga memacu gue buat nggak males-malesan lagi dalam soal pelajaran. Yaa~ gue harus lebih rajin belajar dan menyelesaikan tugas tepat waktu mungkin…..


Martin Dwi K.

                Yaa, walaupun temen gue yang satu ini abstrak banget buat dijelasin. Ternyata ada pemikiran dalam dirinya yang kalo gue juga pikirin itu bener juga. Hidup itu cuma sekali dan kesempatan nggak dateng 2 kali, yaa kalo dateng juga itu lama banget. Jadi apa salahnya kita mencoba akrab dan terbuka ke orang-orang di sekitar kita. Selain itu, apa salahnya juga kalo kita care ke mereka? Dengan begitu, bukannya kita bisa memberi tahu mereka jika mereka salah dan juga menghibur mereka ketika mereka nge-down?



Be a Better Person

Emang sih, mungkin gue nggak bakal bisa ngikutin temen-temen gue dengan persis karena mereka bukanlah diri gue. Tapi apa salahnya kalau gue mengambil sisi positif dari mereka dan menjadikannya bahan intropeksi diri gue. I wanna be a better person. Itulah yang selalu ada dalam resolusi gue di setiap tahunnya. Bukan tahun lagi malahan, setiap hari. Yaa, gue mau menjadi yang lebih baik di setiap harinya walaupun nggak mungkin buat gue sebagai manusia menyentuh kata sempurna.



Bersyukur

Yaa…. Untuk kesekian kalinya gue bilang “yaa”. Di tahun 2013 ini, gue banyak belajar. Belajar tentang menghadapi kehidupan yang semakin lama semakin susah-susah aja masalahnya. Tapi ternyata, ada satu hal kecil yang masih sering kita lupakan. Bersyukur. Bersyukur atas nikmat hidup yang telah diberi kepada kita sesusah apapun itu. Bersyukur kita masih diberi waktu bisa bersama dengan orang-orang yang kita sayang. Bersyukur kita masih diberi waktu untuk memperbaiki kesalahan kita. Yaa, gue bersyukur sudah melewati tahun 2013 yang sudah membuat gue semakin dewasa :)




Hidup akan terasa lebih indah ketika kita mulai mensyukurinya :)



Btw, isi postingan gue kali ini random banget yaa? Ya, gapapa lah~ untuk sekadar sharing aja. Kita ambil yang baik dan buang yang buruk. TERIMA KASIH yang sudah mau meluangkan waktunya untuk membaca dan menengok-nengok blog guee :)

SEE YOU IN 2014!!!!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar